Layanan

Sistim IT, Demi Kemajuan Institusi

Gol akhir dari sebuah penerapan sistim IT bagi sebuah institusi adalah peningkatan kemajuan institusi tersebut. Sebelum gol akhir, berikut kata kunci dari penerapan sistim IT.
btn_service_sidebar – Efisiensi
– Efektifitas
– Akurasi
– Transparansi
– Inovasi

Dokumen yang bertumpuk di meja atau lemari, bukan saja menghambat kelancaran pekerjaan, namun sekaligus membuka peluang lebih besar tercecernya sebagian data yang seharusnya disimpan rapi.

Kalkulasi berbagai aspek di internal ataupun eksternal sebuah institusi akan semakin rumit dengan semakin besar dan kompleksnya elemen yang dijadikan bahan kalkulasi tersebut.

Data detail pembelian dan penjualan dalam sebuah institusi karang kurang kelihatan secara rinci. Akibatnya, ada barang yang menumpuk lama, ada barang yang pada saat dibutuhkan ternyata tidak ada di gudang. Bagian manajemen pun terkadang kesusahan melihat berbagai angka-angka yang seharusnya dibutuhkan setiap saat.

Indikator-indikator internal maupun eksternal berbagai elemen dalam sebuah institusi akan semakin sulit dicarikan datanya seiring berkembangnya institusi tersebut. Dengan keadaan tersebut, akan semakin sulit untuk memunculkan invovasi-inovasi yang pada dasarnya akan menjadikan indikator-indikator itu sebagai bahan awal.

Bila anda pernah mengalami kendala-kendala seperti di atas, saatnya anda berpikir untuk menerapkan sistim IT. Dengan penerapan sistim IT yang tepat guna, berbagai kendala itu akan dengan muda terpecahkan, dan anda bisa melihat hasil, berikutnya institusi anda akan jauh lebih berkembang.

 

 

Penerapan Sistim IT Gagal

Tidak sedikit institusi yang sudah menyadari betapa pentingnya penerapan sistim IT, namun setelah menerapkannya, hasil yang dituai tidak sesuai dengan harapan, bahkan tidak jarang, hasil produk sistim IT yang diterapkan dengan biaya tinggi, tidak terpakai sama sekali. Konon, 70% lebih penerapan sistim IT di sebuah institusi bisa dianggap gagal.

Anda atau orang-orang sekitar anda pernah mengalami hal serupa? Bisa jadi salah satu dari gejala di bawah ini menjadi penyebabnya.
failure – Tidak memenuhi data yang dibutuhkan pengembang
– Tidak ada penanggungjawab teknis di internal
– Penekanan harga yang terlalu dipaksakan
– Waktu pengembangan terlalu dipaksakan
– Requirement dasar tidak dipersiapkan secara detail
– Terlalu mempercayakan arah pengembangan kepada pengembang
– Tidak ada staff di internal yang mengerti alur/proses keseluruhan

Kadang pengembang pun hanya berfokus kepada bagaimana agar sebuah proyek penerapan Sistim IT bisa terlaksana. Sebagai institusi yang akan memesan sistim IT, jangan termakan oleh kecanggihan alat peraga presentasi vendor. Yang paling utama, bagaimana mendetailkan requirement, dan kesepakatan input dan output sistim secara detail dan terdokumentasi dengan baik.

 

 

Proses Pengembangan Sistim IT

Service - Web Application
Pada prinsifnya, proses pengembangan sistim IT yang benar berdasarkan tahapan-tahapan di bawah ini.
– Pendefinisan requirement
– Konsultasi requirement dengan Pengembang
– Pengajuan penawaran lengkap dengan list task dari pengembang
– Analisa penawaran dan list task dari pengembang
– Pengajuan Perintah Kerja
– Pengembangan oleh Pengembang
– Instalasi dan training sistim

Setiap tahapan, harus lengkap dengan dokumentasi yang terinci untuk menghindari kesalah-pahaman dengan pengembang di kemudian hari. Dan yang tidak kalah penting, pada tahap pengembangan, harus selalu berkomunikasi dengan pengembang secara berkala, terdokumentasi secara detail.

Bila ada hal terkait dengan penerapan sistim IT yang menjadi pertanyaan bagi anda, kami siap berdiskusi dengan anda secara gratis.