TKW cantik ini disuruh hangatkan tubuh kawan-kawannya di dalam kamar sampai nggak kuat

Kisah perempuan imigran cantik yang bekerja di negara Arab seperti Kuwait kerap menjadi pilihan sebagian Tenaga Kerja Indonesia (TKW), meski tidak semua orang beruntung.

Ada banyak TKW bagus yang bekerja di Jazirah Arab, salah satunya adalah Kuwait, yang merupakan pilihan karena gajinya lebih tinggi dari pekerjaan serupa di Indonesia, tetapi juga sepadan dengan risikonya.

TKW cantik bernama Hani ini, mantan TKW yang pernah bekerja sebagai pekerja rumah tangga (PRT) di negara Arab, yaitu Kuwait, memiliki pengalaman terburuk dalam hidupnya yang tidak bisa dilupakan.

Hani tidak hanya mengalami kekerasan verbal, tetapi juga kekerasan non-verbal, mis. B. Wajah ditampar majikannya.

Dia bahkan menerima uang untuk mengobati saudara perempuan majikannya karena seksnya.

Dia menekan pengalaman pahitnya sebagai pekerja rumah tangga di Kuwait selama beberapa dekade dan baru belakangan ini terungkap.

Dilansir dari kanal YouTube Smile for Life pada 2 Juli 2022, Hani menuturkan kisahnya bermula saat ia lulus SMA pada tahun 2000.

Setelah lulus SMA, Hani tergoda untuk menjadi TKW di negara Arab yang saat itu sangat menarik.

Dia kemudian pergi ke Agen Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Jakarta dengan tiga orang dari desanya, tetapi salah satu temannya gagal tes kesehatan.

Sedangkan salah seorangnya membatalkan rencananya menjadi TKW karena teringat suami dan anaknya.

TKW cantik ini masih muda dan beremigrasi ke Arab

TKW cantik ini didesain untuk menghangatkan tubuh teman-temannya di dalam ruangan hingga kuat.

Hani, yang saat itu baru berusia 16 tahun, ditinggalkan oleh desanya bersama dengan calon pekerja migran lainnya yang tidak dikenalnya. Dia membuatnya sedih.

Singkat cerita, ia kemudian berangkat ke Kuwait melalui agen TKI yang berbasis di Jakarta tanpa modal pengalaman atau pengetahuan bahasa Arab, meskipun ia mengaku tidak tahu cara memasak.

Tidak lama sebelum dia tiba di agen TKI di Kuwait, Hani dengan cepat dijemput untuk bekerja di rumah pasangan kulit hitam Kuwait-Iran dengan rambut keriting.

‚ÄúTidak perlu menunggu 24 jam sebelum datang ke agensi dari Jakarta, istirahat saja beberapa jam dan akan ada yang datang menjemput. Eteh bekerja untuk pria Kuwait dan wanita Iran, kulitnya hitam, rambutnya agak keriting,” kata Hani.

Dia juga mengungkapkan bahwa majikannya memiliki empat anak dan merawat putra bungsu majikannya yang berusia satu tahun.

Adik perempuan majikannya, yang adalah seorang tentara, juga tinggal di sana.

Disebutkan bahwa rumah mantan majikannya sangat luas seperti rumah orang Arab dan bertingkat, yang menambah beban baginya untuk mengurus rumah sendiri.

Meski memiliki pekerjaan berat tanpa pengalaman, Hani mengaku tidak pernah mendapat bimbingan dari majikannya, bahkan sejak hari pertama dicaci maki.

“Saya tahu apa yang harus dilakukan, bersih seperti ini dulu, tapi orang Indonesia tidak sebersih orang Arab,”

Meski memiliki pekerjaan berat tanpa pengalaman, Hani mengaku tidak pernah mendapat bimbingan dari majikannya, bahkan sejak hari pertama dicaci maki.

“Saya tahu apa yang harus dilakukan, bersih seperti ini dulu, tapi orang Indonesia tidak sebersih orang Arab,”

pubinamargajatim.id

Rate this post